SIM.Kiki.Hapzi Ali.Sistem Pendukung pengambilan keputusan,Universitas Mercubuana.2017

selamat siang pak , tentang quis 
Merupakan suatu model yang merepresentasikan permasalahan kedalam format kuantitatif (model matematika sebagai contohnya) sebagai dasar simulasi atau pengambilan keputusan, termasuk didalamnya tujuan dari permaslahan (objektif), komponen-komponen terkait, batasan-batasan yang ada (constraints), dan hal-hal terkait lainnya. Model Base memungkinkan pengambil keputusan menganalisa secara utuh dengan mengembangkan dan membandingkan solusi alternatif.
c. User Interfase / Pengelolaan Dialog
Terkadang disebut sebagai subsistem dialog, merupakan penggabungan antara dua komponen sebelumnya yaitu Database Management dan Model Base yang disatukan dalam komponen ketiga (user interface), setelah sebelumnya dipresentasikan dalam bentuk model yang dimengerti computer. User Interface menampilkan keluaran sistem bagi pemakai dan menerima masukan dari pemakai kedalam Sistem Pendukung Keputusan.
Manfaat Sistem Pendukung Keputusan
SPK dapat memberikan berbagai manfaat dan keuntungan. Manfaat yang dapat diambil dari SPK adalah :
SPK memperluas kemampuan pengambil keputusan dalam memproses data / informasi bagi pemakainya. 
SPK membantu pengambil keputusan untuk memecahkan masalah terutama barbagai masalah yang sangat kompleks dan tidak terstruktur. 
SPK dapat menghasilkan solusi dengan lebih cepat serta hasilnya dapat diandalkan. 
Walaupun suatu SPK mungkin saja tidak mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh pengambil keputusan, namun dia dapat menjadi stimulan bagi pengambil keputusan dalam memahami persoalannya,karena mampu menyajikan berbagai alternatif pemecahan.
Jelakankan tahapan dalam SPK dan apa maafaat sistem ini dalam pengambilan keputusan, serta beri contohnya 
sistem pendukung keputusan adalah :
1.Sistem Pendukung Keputusan dirancang untuk membantu pengambil keputusan dalam memecahkan masalah yang sifatnya semi terstruktur ataupun tidak terstruktur dengan menambahkan kebijaksanaan manusia dan informasi komputerisasi.
2.Dalam proses pengolahannya, sistem pendukung keputusan mengkombinasikan penggunaan model-model analisis dengan teknik pemasukan data konvensional serta fungsi-fungsi pencari / interogasi informasi.
3.Sistem Pendukung Keputusan, dirancang sedemikian rupa sehingga dapat digunakan/dioperasikan dengan mudah.
4.Sistem Pendukung Keputusan dirancang dengan menekankan pada aspek fleksibilitas serta kemampuan adaptasi yang tinggi.

Tahapan SPK:
- Definisi masalah
- Pengumpulan data atau elemen informasi yang relevan
- pengolahan data menjadi informasi baik dalam bentuk laporan grafik maupun tulisan
- menentukan alternatif-alternatif solusi (bisa dalam persentase)

Tujuan dari SPK:
- Membantu menyelesaikan masalah semi-terstruktur
- Mendukung manajer dalam mengambil keputusan
- Meningkatkan efektifitas bukan efisiensi pengambilan keputusan

Dalam pemrosesannya, SPK dapat menggunakan bantuan dari sistem lain seperti Artificial Intelligence, Expert Systems, Fuzzy Logic, dll.

Selanjutnya adalah Definisi / Pengertian Sistem pada Sistem Pendukung Keputusan
Sistem adalah kumpulan dari obyek-obyek seperti orang,resources,konsep,dan prosedur yang tunjukan untuk melakuan fungsi tertentu atau memenuhi suatu tujuan. Koneksi antar dan interaksi antara sub sistem di sebut antar muka/interface.
Sistem terdiri dari Input,Proses,dan Output
Input adalah semua elemen yang masuk ke sistem. Contohnya adalah bahan baku yang masukke pabrik kimia,pasien yang masuk ke rumah sakit, input data e koputer.
Proses adalah Proses transformasi elemen-elemen dari input menjadi output.
Output adalah Produk jadi atau hasil dari suatu proses di sistem.
Selain dari Input, Proses dan output, terdapat beberapa elemen lain di luar sistem diantaranya Feedback, Environment, dan Boundary

Berikut penjelasannya
Feedback adalah Aliran informasi ke pengambil keputusan yang memperhitungkan output kinerja sistem
Environment adalah Elemen yang ada diluar input, proses,dan output
Boundary adalah Pemisah sistem dan environment

Selanjutnya adalah Definisi / Pengertian Model dalam Sistem Pendukung Keputusan

Model adalah percontohan yang mengandung unsure yang bersifat penyederhanaan untuk dapat ditiru (jika perlu). Pengambilan keputusan itu sendiri merupakan  suatu proses berurutan yang memerlukan penggunaan model secara cepat dan benar.

Model merupakan alat penyederhanaan dan penganalisisan situasi atau system yang kompleks. Jadi dengan model, situasi atau sistem yang kompleks itu dapat disederhanakan tanpa menghilangkan hal-hal yang esensial dengan tujuan memudahkan pemahaman. Pembuatan dan penggunaan model dapat memberikan kerangka pengelolaan dalam pengambilan keputusan.
Klasifikasi Model Pengambilan Keputusan

Mengingat begitu banyaknya cara untuk mengadakan klasifikasi model, dibawah ini disampaikan beberapa klasifikasi saja. Klasifikasi model dapat dilakukan berdasarkan sebagai berikut:
1. Tujuannya : model latihan, model penelitian, model keputusan, model perencanaan, dan lain sebagainya. Pengertian tujuan disini adalah dalam arti purpose.
2. Bidang penerapannya (field of application) : model tentang transportasi, model tentang persediaan barang, model tentang pendidikan, model tentang kesehatan, dan sebagainya.
3. Tingkatannya (level) : model tingkat manajemen kantor, tingkat kebijakan nasional, kebijakan regional, kebijakan local, dan sebagainya.
4. Ciri waktunya (time character) : model statis dan model dinamis.
5. Bentuknya (form) : model dua sisi, satu sisi, tiga dimensi, model konflik, model non konflik, dan sebagainya.
6. Pengembangan analitik (analytic development) : tingkat dimana matematika perlu digunakan; lain-lain.
7. Kompleksitas (complexity) : model sangat terinci, model sederhana, model global, model keseluruhan, dan lain-lain.
8. Formalisasi (formalization) : model mengenai tingkat dimana interaksi itu telah direncanakan dan hasilnya sudah dapat diramalkan, namun secara formal perlu dibicarakan juga.

Selantutnya adalah masalah yang akan dibahas yaitu mengenai masalah pemilihan kendaraan bekas, saya tidak akan menjelaskan secara rinci tentang permasalahan, namun saya hanya akan menjelaskan Input, Proses, Output, dan Environment, beserta Modelnya
Untuk Input dari permasalahan diatas adalah data-data dari kendaraan
Untuk Bagian proses akan memproses semua data-data dari kendaraan beserta data-data yang ada
Bagian Output adalah Kendaraan yang dipilih
Environment dari Masalah ini diantaranya adalah Keadaan politik yang berlaku, Ideologi yang dianut, dsb 



selamat siang pak , tentang forum yang di berikan 
Tujuan Pengambilan keputusan (SPK) yaitu untuk membantu menentukan keputusan yang akan diambil oleh perusahaan kita. Berikut ini beberapa sebab mengapa perusahaan kami menggunakan sistem pendukung keputusan atau SPK.

Dalam penentuan keputusan pasti ada yang namanya penilaian. Dengan penilaian tersebut keputusan akan menjadi beberapa pilihan. Setiap pilihan yang ada pasti akan menimbulkan dampak dan akibat yang berbeda. Untuk itu sistem pendukung keputusan membantu menentukan keputusan yang akan diambil dengan mengolah nilai pilihan  menjadi nilai yang bisa dibandingkan berdasarkan kriteria atau variabel yang digunakan untuk memproses nilai pilihan tersebut. Dengan demikian pilihan akan menjadi jelas dan terperinci berdasarkan kriteria yang digunakan.

Saat mengambil sebuah keputusan resiko yang paling berat adalah akibat yang ditimbulkan setelahnya. Misalkan saja Anda adalah seorang manajer pada sebuah perusahaan yang menangani proyek pembangunan. Untuk membuat kontruksi tersebut berdasarkan kondisi daerah dan kondisi lingkungan sesuai dengan ilmu yang Anda palajari Anda harus menentukan proyek pembangungan tersebut harus menggunakan bahan apa dan jenis apa. Apabila Anda tidak mengetahui beberapa hal tentang hal tersebut, ini justru akan mempengaruhi akibat dari keputusan yang Anda ambil tentang kondisi sebenarnya. JIka salah misal bangungan akan kebanjiran atau bahkan amblas. Nah dengan sistem yang didesain mampu mengetahui beberapa masalah dengan variabel yang digunakan sudah tepat. Sistem akan mampu memberikan keputusan yang terbaik.
 
Setiap pengambilan keputusan dapat dilakukan evaluasi. Dengan evaluasi, maka keputusan yang diambil bisa menjadi acuan untuk menentukan keputusan yang akan diambil di masa yang akan datang. Setiap rentang waktu mungkin di pengarui masing-masing penilaian. Dengan berbedaan penilaian tersebut maka keputusan yang diambil akan menghasilkan objektifitas yang lebih baik.

Setiap sistem pendukung keputusan didesain agar mampu membantu pengambilan keputusan dari segi waktu. Semakin canggih sistem yang dibuat, akan semakin membantu dalam penghematan dalam menentukan keputusan yang akan diambil. Pengambilan keputusan dapat menjadi tepat waktu dan mendukung produktivitas karyawan dan manajer pengambil keputusan.

Efektifitas terhadap keputusan yang diambil akan terasa jika sebuah SPK di rancang menggunakan variabel yang sesuai dengan masalah pengambilan keputusan. Ketidaktepatan terhadap hal ini akan memungkingkan kesalah pengambilan keputusan. Hasil keputusan yang baik adalah di dukung dengan analisis dan perancangan SPK secara tepat.

SPK dapat meningkatkan komunikasi dan kolaborasi di antara para pembuat keputusan. Dalam keadaan yang tepat, SPK dapat menyediakan sarana untuk berbagi fakta dan asumsi. Data perihal SPK  tentang operasi perusahaan yang tersedia untuk manajer dan karenanya dapat mendorong pengambilan keputusan berdasarkan fakta. Peningkatan aksesibilitas data yang sering merupakan motivasi utama untuk membangun SPK.


Komentar